Cerita Sebelumnya – Cerita Tanpa Batas (Anonims “ Semester 2)

Pada saat semester 3 saya cukup aktif di himpunan bisa saya katakan himpunan adalah prioritas utama saya selain kuliah, saat itu saya didapuk menjadi KOC camp pada manage 2007-2008. Seperti mahasiswa lainnya, saya mencoba mengerjakan tugas itu sebaik mungkin. Tapi sayangnya tugas saya tidak berjalan cukup baik, karena pada akhir cerita himpunan memutuskan tidak ada camp seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ini bisa dimaklumi karena semua ini terjadi disebabkan keputusan dari kepungurusan jurusan yang baru.

Saya cukup menjadi saksi mata bagaimana himpunan jungkir balik dan bekerja keras untuk mengadakan camp, tapi pada akhirnya gagal. Tidak terbayangkan sebelumnya jika angkatan saya adalah angkatan terakhir yang merasakan camp, sedih karena camp-lah awalan besar dari cerita kita selama 4 tahun kuliah. Dan jujur saja untuk mengadakan manage atau mungkin orang lain lebih mengenal ospek itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus.

Adhilaras Putro Pamungkas - Ki Gembul Pamungkas

Bagaimana tidak, mas adhilaras, kagama pada saat itu siap memberikan nrpnya sebagai jaminan jika terjadi apa-apa saat manage, dia yang bertanggung jawab, konsekuensinya? Skorsing. Apa dia gentar?

Entah kenapa saat saya mengikuti rapat SC, mas adhilaras mengucapkan itu dengan keyakinan dan tanpa sedikit keraguan.

Dan syukur alhamdulillah manage dapat dilakukan dengan cukup sukses meskipun kita tahu sendiri banyak proses yang tidak sesuai dengan ekspektasi, bagaimanapun juga KMSI saat itu telah melakukan yang terbaik.

Kuliah? Disinilah letak kecerobohan saya, saya melaksanakan kuliah seperti 2 semester sebelumnya. Akan tetapi malapetaka datang saat akhir semester 3 yaitu saat UAS. Saat itu UAS SBD, dan saya duduk baris ke 2 dari depan. Proses terjadinya cukup cepat, saya ketahuan melakukan kecurangan saat UAS. Awalnya cukup banyak yang membesarkan hati saya karena pada tahun-tahun sebelumnya pernah terjadi dan hukumannya adalah mata kuliah yang bersangkutan diberi nilai E. Saya sudah menghubungi pak aris yang merupakan dosen matkul SBD, dan beliau memaafkan perbuatan saya. Saya mencoba menghubungi pak khakim, dan beliaupun mengatakan, ini hanya sampai tahap fakultas saja tidak sampai tahap institut. Awalnya saya cukup lega, tapi ternyata semua diluar perkiraan, entah siapa yang mengangkat masalah ini sampai ke institut, tapi siapapun itu apa yang dilakukannya telah berhasil dan ikut andil dalam pembuatan keputusan saya di drop 1 semester.

Drop? Ya ini lebih berat dari skorsing ataupun cuti

karena di-drop berarti apapun yang kita lakukan saat kuliah, kita dianggap tidak pernah dianggap kuliah 1 skspun (saat semester 3 saya mengambil 23 sks). Ini adalah ujian terberat dalam hidup saya, saya mengurung diri di kamar selama beberapa hari, hampir saja tertarik rayuan teman untuk minum minuman beralkohol tapi alhamdulillah Allah masih melindungi dan masih menyayangi saya. Saat saya memberitahukan orang tua, saya tidak tahu kenapa mungkin karena mereka terlalu percaya sama saya sehingga mereka hanya mengatakan kamu bisa mengejar ketertinggalan. Saya segera bangkit, saat itu cukup berat untuk berangkat ke kampus, tapi apapun yang terjadi saya harus tegar, minimal saya sudah bisa berdiri dengan kedua kaki saya. Saya melangkahkan kaki saya ke kampus, seperti yang saya kira hampir semua teman menanyakan keadaan saya. Saya bertemu beberapa senior dan teman meminta pendapat apa yang harus saya lakukan, hampir semua mengatakan kamu harus merelakan tidak bisa lulus tepat waktu, secepat-cepatmu lulus, minimal 4 ½ tahun. Saya menarik nafas panjang, sirnalah impian saya lulus 4 tahun, akan tetapi ada 1 orang yang berkata kepada saya kamu bisa kok lulus 4 tahun. Ya hanya butuh 1 orang untuk meyakinkan diri saya. Saya segera bangkit,

penyesalan tidak akan merubah apapun.

Tangankupun masih  mengepal dengan jantung berdenyut semakin keras, Saya akan buktikan kepada diri saya, bahwa saya masih bisa lulus 4 tahun.

Unlimited

To be continued : Semester 4 “ Al baqarah 216

Jakarta, 28-11-2011