Kopdes Merah Putih Harusnya Bersaing Secara Adil, Bukan dengan Nutup Pesaing

Menteri Desa Yandri Susanto bilang ekspansi Alfamart dan Indomaret harus dihentikan begitu Kopdes Merah Putih jalan karena akan menjadi ancaman. Tapi, kalau emang Kopdes memang lebih baik untuk rakyat, kenapa harus takut bersaing?

Niat Bagus, Tapi…

Faham kok, kalau pemerintah ingin ngeproteksi Kopdes. Tapi masalahnya, nge-proteksi bisnis itu gak sustain, dan yang jadi korban ujung-ujungnya ya rakyat juga.

Analoginya gini. Ini kayak pas SMA, si Kopdes disuruh belajar biar ranking satu. Tapi teman-teman yang pinter dipindahin ke kelas lain supaya Kopdes aman. Kopdes ranking satu, sih. Tapi apa asyiknya menang dengan cara itu? Dan yang lebih penting, apakah si Kopdes benar-benar jadi lebih pintar? Gak juga.

Thomas Sowell di Basic Economics bilang: kebijakan ekonomi harus dinilai dari hasilnya, bukan dari niatnya. Faham kok, klo niat pemerintah (Baca:Niat Pak Prabowo) itu baik, tapi masalahnya, itu bukan jaminan hasil bagus. Justru banyak kebijakan yang kedengarannya mulia malah ujung-ujungnya bikin susah rakyatnya sendiri.


Siapa yang Paling Dirugikan?

Kalau Kopdes belum siap, siapa yang rugi paling pertama? Ya rakyat. Rakyat yang kehilangan akses ke produk dengan harga kompetitif dan layanan yang sudah mereka percaya.

Dan masalahnya tidak berhenti di situ. Kalau Kopdes jadi satu-satunya pilihan di desa, siapa yang mengontrol harganya? Tidak ada. Monopoli itu bukan mimpi buruk buat Kopdes, itu mimpi buruk buat rakyat yang tinggal di desa. Korbannya, lagi-lagi, orang yang sama.

Kompetisi Itu Bukan Musuh

Gini-gini wahai pemegang kekuasaan. Kompetisi itu bukan musuh koperasi. Justru sebaliknya.

Adam Smith sudah jelaskan ini di The Wealth of Nations: persaingan bebas yang menghasilkan harga terbaik dan efisiensi tertinggi itu bagus buat konsumen. Bukan karena pelakunya baik hati, tapi karena pasar memaksa mereka untuk terus improve. Kalau Kopdes tidak punya pesaing, siapa yang mendorong mereka jadi lebih efisien? Siapa yang memaksa mereka upgrade layanan, jaga kualitas, kontrol harga?

Jawabannya: gak bakal ada. Kopdes akan selalu berlindung di ketiak pemerintahan, dan tidak punya alasan untuk tumbuh.

Acemoglu dan Robinson dalam Why Nations Fail bilang hal yang sama: ketika negara memilih pemenang dan mematikan kompetisi, yang rugi bukan cuma ekonominya, tapi juga kepercayaan publik terhadap institusinya. Dan kepercayaan itu jauh lebih susah dibangun kembali daripada sekadar buka gerai baru.

Solusinya Gimana?

Disclaimer dulu. Kopdes Merah Putih bisa jadi gagasan yang bagus. Ekonomi berputar di desa, keuntungan kembali ke masyarakat lokal, pemberdayaan yang nyata. Semua itu worth fighting for, dan gw dukung sepenuhnya.

Tapi cara memenangkannya yang perlu dikoreksi.

Menang dengan membatasi pesaing itu bukan menang dengan jantan. Itu jalan pintas yang akan berakhir pada masalah yang lebih besar nanti, karena fondasinya bukan kualitas, tapi ketidakhadiran kompetitor.

E.F. Schumacher dalam Small Is Beautiful bilang: koperasi harus unggul karena strukturnya lebih manusiawi dan dekat dengan komunitas, bukan karena pesaingnya disingkirkan. Kalau Kopdes bisa menawarkan harga lebih murah, layanan lebih personal, dan produk lokal yang tidak ada di minimarket, rakyat akan datang sendiri. Tanpa perlu dipaksa, tanpa perlu regulasi yang melarang siapapun.

Yang dibutuhkan bukan aturan yang melindungi Kopdes dari Alfamart. Yang dibutuhkan adalah Kopdes yang cukup baik sehingga rakyat berpaling dengan sendirinya.

Itu cara yang paling sustain.

E.F. Schumacher dalam Small Is Beautiful bilang: koperasi harus unggul karena strukturnya lebih manusiawi dan dekat dengan komunitas, bukan karena pesaingnya disingkirkan. Kalau Kopdes bisa menawarkan harga lebih murah, layanan lebih personal, dan produk lokal yang tidak ada di minimarket, rakyat akan datang sendiri. Tanpa perlu dipaksa.


Referensi Buku:

  • Sowell, Thomas. Basic Economics: A Common Sense Guide to the Economy. Basic Books.
  • Acemoglu, Daron & Robinson, James A. Why Nations Fail. Crown Publishers, 2012.
  • Smith, Adam. The Wealth of Nations. 1776.
  • Schumacher, E.F. Small Is Beautiful: Economics as if People Mattered. Harper & Row, 1973.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *