Saya termasuk rajin mengikuti karya atau buku Kang Maman (Maman Suherman). Karena buku-buku beliau tidak hanya menghibur, akan tetapi sarat akan nilai-nilai kehidupan. Dalam setiap novelnya, Kang Maman selalu menyelipkan pesan moral yang bisa menjadi bahan refleksi dan renungan buat saya. Tidak jarang, kalimat dengan permainan katanya berhasil memberikan perspektif baru tentang kehidupan, dan membuka mata saya bahwa hidup tidak hanya Hitam dan Putih Saja, terdapat ranah abu-abu tergantung perspektifnya. Dan pada akhirnya tiap orang punya hak menentukan kebenarannya (versi dia), tapi bukan hak dia untuk menghakiminya.

Dengan gaya penulisan Kang Maman yang sangat mengalir, seringkali saya terbawa ke dalam dunia imajinasi yang kaya akan detail. Hingga,tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya karena rasa penasarannya. So, inilah beberapa buku karya Kang Maman yang bisa saya rekomendasikan

Re:

Novel “Re:” bercerita tentang kehidupan para pelacur sebagai topik utama. Kisah dimulai ketika penulis (Tokoh Utama) memasuki dunia malam untuk melakukan riset skripsi dan bertemu dengan beberapa pelacur, termasuk Re: yang menjadi sorotan utama di cerita ini. Re: adalah cucu dari keluarga ningrat, namun setelah kakeknya meninggal, hidupnya menjadi terancam. Setelah hamil saat masih di SMA, Re: lari dari rumah dan hidup di jalanan hingga bertemu Mami Lani, seorang “germo” yang membantunya dalam persalinan. Setelah melahirkan, Re: menitipkan anaknya pada sepasang suami istri dan hidup sebagai pelacur yang melayani pria dan wanita.

Dan sialnya Re: tidak bisa leluasa keluar dari tempat itu. Karena selama hidupnya di sana, semua kebutuhan Re: , termasuk biaya pemeriksaan kandungannya dicatat secara rinci di dalam buku dan menjadi utang yang harus dilunasi oleh Re:. Pada akhir cerita, Re: tewas mengenaskan dengan luka sayatan dan tubuhnya diikat di tiang di pinggir jalan tanpa tahu siapa pelakunya.

Secara umum, cerita ini menarik karena memberikan pandangan yang berbeda mengenai kehidupan para pelacur. Meski sering dianggap hina dan tidak pantas, novel ini mengajak kita untuk lebih memahami kehidupan mereka. Re: juga menunjukkan bahwa seorang pelacur pun tetap memiliki kasih sayang terhadap anaknya, meskipun telah menyerahkannya pada orang tua angkatnya.

REiNKARNASI

Saya harus mengatakan bahwa ini adalah buku yang sangat menarik. Ceritanya memukau dan menyentuh hati. Kang Maman berhasil menghadirkan sosok perempuan bernama Re: dan putrinya, Melur, dengan begitu apik dan detail sehingga saya bisa membayangkan betapa sulitnya hidup dalam kepahitan yang mereka alami.

Yang membuat buku ini sangat menarik adalah penggambaran yang realistis tentang kehidupan perempuan dan bagaimana mereka sering diabaikan atau dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan penguasa. Kang Maman juga berani mengangkat isu-isu sensitif yang tidak bisa diabaikan, seperti kekerasan seksual dan perempuan yang hamil di luar nikah.

Namun, buku ini tidak hanya tentang kisah tragis Re: dan Melur. Ada banyak informasi bermanfaat dan teori-teori menarik yang terkait dengan proses penyusunan skripsi dan ilmu jurnalistik yang sangat bermanfaat bagi kita yang ingin tahu tentang dunia jurnalistik. Selain itu, Kang Maman juga berhasil menghadirkan cerita yang mudah dipahami dan diikuti oleh pembaca.

Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada kamu yang ingin membaca kisah yang menginspirasi dan penuh makna. Meskipun buku ini tergolong 18+, namun Kang Maman tidak menggunakan bahasa vulgar secara berlebihan sehingga tetap bisa dinikmati oleh pembaca dari berbagai usia

peREmpuan

Buku ini adalah sekuel dari novel “Re:”, yang menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan bernama Re: yang hidup dalam kegelapan. Dalam “peREmpuan”, kita diajak mengenal lebih dalam tentang Melur, buah hati Re yang tidak digugurkannya dari hubungan di luar nikah. Melur sejak kecil dititipkan kepada orang lain sehingga tidak sempat mengetahui identitasnya yang sebenarnya.

Buku ini sangat menarik karena mengangkat isu-isu yang sangat sensitif, seperti seksualitas dan kehidupan perempuan yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan penguasa negeri ini. Saya sangat mengapresiasi Kang Maman yang berani mengangkat isu-isu seperti ini karena hal itu membantu kita untuk lebih memahami realitas yang ada di sekitar kita.

Meskipun ada beberapa bagian yang cukup vulgar, tetapi Kang Maman berhasil membungkusnya secara elegan dengan pemilihan kata yang tidak dilebih-lebihkan untuk mengundang berahi semata. Kita dapat belajar banyak dari sosok Re, yang hidup dalam kepahitan tetapi justru meninggalkan kenangan yang manis bagi penulis dan pembaca.

Ada Nama yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi

Buku “Ada Nama yang Abadi di Hati tapi Tak Bisa Dinikahi” bisa menjadi teman yang hangat untukmu. Buku ini berisi kumpulan puisi, kutipan, dan tulisan pendek tentang cinta yang dapat membuka pandangan baru tentang hati dan perasaan. Meskipun tak selalu indah, cinta tak harus membuat kita terpuruk dan merasa kesepian.

Ketika mengalami patah hati atau perpisahan dalam sebuah hubungan, hati kita kadang merasa sangat kesepian dan terpuruk. Namun, buku ini mengajarkan kita untuk merasa sedih dalam kadar yang tepat dan mengambil langkah untuk membuka lembaran baru. Realitasnya, cinta tak selalu mudah dan menyenangkan, namun kita harus menerima kenyataan ini dengan lapang dada.

Buku ini memberikan ketenangan dalam keheningan. Saat membaca setiap larik dan bait puisi, rasa hangat dan ketenangan mengalir melalui diri kita. Buku ini dapat menghibur kita yang sedang patah hati, membantu kita yang mencoba membangun kembali hubungan, dan menjadi sahabat terbaik kita yang sedang bingung memahami cinta dan perasaan kita sendiri.

Dilengkapi dengan ilustrasi dan warna yang menenangkan, buku ini dapat menemani kita di segala suasana. Ada banyak puisi indah yang dapat merasuk ke dalam jiwa dan menghangatkan

Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb

Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb merupakan buku yang sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi pecinta dunia selebriti. Buku ini menceritakan tentang dunia seleb dari sudut pandang yang berbeda. Sebuah pandangan yang tak hanya melulu tentang glamor, kekayaan, dan kehidupan mewah.

Buku ini membuka mata saya tentang kisah-kisah gelap di balik dunia selebriti yang seringkali tersembunyi dari publik. Ada cerita tentang narkoba, perselingkuhan, pengkhianatan, hingga kejadian tragis yang merenggut nyawa. Semua itu dituturkan dengan lugas, tanpa embel-embel atau sensasi yang berlebihan.

Selain itu, buku ini juga memberikan insight tentang tekanan dan ekspektasi yang diterima oleh para selebriti dari publik, penggemar, dan media. Bagaimana mereka seringkali merasa terjebak dalam kesulitan dan perasaan takut kehilangan popularitas.

Namun, Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb juga memberikan cerita inspiratif tentang selebriti yang berhasil bangkit dari keterpurukan dan menjadikan pengalaman mereka sebagai pelajaran berharga.

Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, membuatnya cocok untuk dibaca oleh siapa saja. Ditambah lagi, dengan adanya ilustrasi yang menarik, buku ini tidak akan membuatmu bosan saat membacanya.

#hidupkadangbegitu : refleksi tentang agama, ilmu, dan kemanusiaan Gus Nadir & Kang Maman

Buku #hidupkadangbegitu adalah sebuah buku refleksi yang ditulis oleh Gus Nadir dan Kang Maman. Buku ini memuat berbagai cerita, pengalaman hidup, dan pemikiran tentang agama, ilmu, dan kemanusiaan. Ketika saya membaca buku ini, saya merasa seperti sedang duduk di antara Gus Nadir dan Kang Maman yang sedang berbicara secara santai tentang berbagai hal yang dialami dalam hidup.

Salah satu hal yang membuat buku ini sangat menarik adalah cara penulisan yang sederhana dan mudah dipahami. Buku ini tak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah nyata yang dialami oleh Gus Nadir dan Kang Maman, yang mampu membuat pembaca merenung dan introspeksi diri.

Di sini, Gus Nadir dan Kang Maman membahas banyak hal tentang agama Islam secara kritis dan terbuka. Mereka juga menekankan pentingnya keberagaman dan toleransi dalam hidup beragama. Selain itu, buku ini juga membahas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bagaimana kita harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, buku #hidupkadangbegitu juga membahas tentang kemanusiaan. Gus Nadir dan Kang Maman memperkenalkan konsep “hikmah kemanusiaan”, yang mengajarkan tentang pentingnya kita untuk selalu menghargai kehidupan dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Kesimpulannya, buku #hidupkadangbegitu adalah sebuah buku yang sangat menarik dan inspiratif. Buku ini bisa menjadi panduan yang baik bagi kita untuk merenungkan dan memahami makna hidup yang sebenarnya. Dalam buku ini, kita akan menemukan banyak inspirasi dan motivasi untuk hidup lebih baik dan memperbaiki diri.