Bulan lalu saya ke Beijing, dan satu hal yang membuat saya sangat amazed, bukan Great Wall nya, namun Alipay. Dimana AliPay bener-bener mendefinisikan “Dunia Dalam Genggammanmu”. Gimana tidak, (1) Saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun dan tidak perlu menukarkan uang saat ke Beijing, karena semuanya cashless. (2) Dan, you can do anything, literally anything di Alipay, mulai dari memesan taksi, mobil, menggunakan e-wallet, mengakses dan membayar transportasi umum, memesan dan membayar makanan, hingga menggunakan peta, yang dimana memudahkan hidup saya sebagai turis. Dan gilanya, semuanya bisa dilakukan tanpa keluar dari aplikasi Alipay. Ya tldr-nya, Alipay telah menciptakan ekosistem digital yang seamless dan sangat efisien, apalagi dengan intergrasi-nya dengan SMART CITY, super incredible.

Anyway, sebenarnya, saya ingin implementasi Alipay ini untuk suatu lowongan pekerjaan Product Manager suatu Mobile Money, tapi karena belum jodoh, jadi saya share disini daripada cuma kesimpen di kepala aja. So, let’s go…

Market Share Alipay

How big Alipay? Alipay ini dimiliki oleh Ant Financial (Alibaba Group), dan mendominasi pasar pembayaran digital di China dengan market share yang signifikan yaitu 55% pangsa pasar, mengalahkan kompetitor utamanya, WeChat Pay, yang memiliki sekitar 38% pangsa pasar. Dan, menariknya growth dari pangsa pasar ini di luar bantuan pemerintah China, atau intervensi dari “BUMN”nya China.

Fitur Alipay dan Kelebihannya

Alipay menawarkan berbagai fitur yang membuatnya menjadi aplikasi yang sangat serbaguna dan berguna dalam kehidupan sehari-hari terutama Turis seperti saya. Dan, berikut adalah beberapa fitur Alipay yang saya ketahui:

  1. E-Wallet: Cukup dengan mendaftarkan kartu kredit, saya bisa menikmati semua transaksi secara cashless. Ekstremnya, saya sama sekali tidak mengeluarkan uang Yuan saya, saya cukup gunakan AliPay.
  2. Transportasi: Saya tidak perlu menginstall Grab atau sejenisnya, cukup dengan AliPay, sudah ada DiDi (semacam Grab) untuk memesan mobil. Dan ini super memudahkan, karena semuanya bisa diakses di aplikasi AliPay. Di Indonesia, meskipun sudah ada beberapa aplikasi yang menyediakan layanan serupa, integrasi yang seamless seperti di Alipay sepertinya belum ada.
  3. Transportasi Umum: Untuk naik MRT dan Bis, lagi-lagi, saya cukup membawa Alipay untuk check in dan checkoutnya. Mindblowing!!!
  4. Pemesanan dan Pembayaran Makanan: Saat di restoran, saya dapat melihat menu makanan restoran hingga memesan makanan, dan melakukan pembayaran di Alipay, setelah melakukan pembayaran, makanan datang. Iya, sesimpel itu. Saya juga sempat melihat ada layananan pengiriman makanan di AliPay, tapi saya belum sempat coba
  5. Pembayaran Tagihan: To be honest, saya cuma melihat fitur ini, dan belum coba juga. Yang saya lihat, di aplikasi ini Pengguna dapat membayar berbagai tagihan seperti listrik, air, dan internet. Selain itu, Saya temukan fitur notifikasi otomatis untuk pembayaran tagihan yang jatuh tempo, sehingga mengurangi risiko keterlambatan pembayaran. Di Indonesia, beberapa aplikasi sudah mulai menawarkan fitur ini, tetapi tingkat integrasinya saya rasa masih belum sekomprehensif Alipay.
  6. Investasi dan Asuransi: Alipay juga menawarkan layanan investasi dan asuransi, membuatnya menjadi platform keuangan yang komprehensif. Dan untuk fitur ini, saya juga belum coba. Hasil explore aplikasi ini, Pengguna dapat membeli produk investasi seperti reksa dana dan polis asuransi langsung dari aplikasi. Jadi saya rasa, hal ini memungkinkan pengguna untuk mengelola keuangan mereka secara menyeluruh dalam satu platform. Di Indonesia, layanan investasi dan asuransi digital masih berkembang dan belum terintegrasi secara penuh dalam satu aplikasi.

Kelebihan yang Tidak Ada di Indonesia

Dari semua fitur di AliPay, apa sih yang di Indonesia “belum ada”?

  1. Integrasi Super App : Alipay disini berfungsi sebagai “super app” (bukan hanya gimmick aja) yang mengintegrasikan berbagai layanan ke dalam satu platform. Pengguna tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari pembayaran, pemesanan transportasi, hingga investasi. Di Indonesia, meskipun sudah ada aplikasi super seperti Gojek, tingkat integrasi dan cakupan layanan Alipay masih lebih luas.
  2. Kemampuan Embed Aplikasi : Salah satu keunggulan Alipay adalah kemampuannya untuk meng-embed aplikasi lain tanpa harus keluar dari aplikasi utama. Ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai layanan tambahan dari dalam Alipay sendiri, meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan. Di Indonesia, fitur semacam ini belum banyak diterapkan.
  3. Layanan Smart City : Alipay menyediakan solusi kota pintar yang mencakup pembayaran transportasi umum, pembayaran parkir, manajemen sampah, dan layanan pemerintahan digital. Integrasi ini membuat kehidupan sehari-hari di kota menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Layanan smart city seperti ini masih jarang ditemukan di Indonesia, yang biasanya terbatas pada beberapa layanan saja.

Milestone Kesuksesan Alipay

Sebelum saya lompat ke “Apa yang bisa diadopsi di Indonesia”. Let me share dulu hasil baca-baca saya tentang bagaimana AliPay bisa menjadi seperti sekarang. Saya akan bagi ke dalam beberapa fase:

  1. Launch and Early Growth (2004): Alipay diluncurkan oleh Alibaba Group pada tahun 2004 sebagai platform pembayaran online yang aman untuk mendukung transaksi di situs e-commerce mereka, Taobao dan Tmall. Alipay dengan cepat mendapatkan popularitas karena kemudahannya dan integrasinya dengan ekosistem Alibaba.
  2. Expansion into Mobile Payments (2009-2011): Merespons peningkatan penggunaan smartphone, Alipay meluncurkan aplikasi mobilenya pada tahun 2009, memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi saat bepergian. Pada tahun 2011, Alipay telah menjadi platform pembayaran online pihak ketiga terbesar di Tiongkok, memproses lebih dari 45 miliar yuan dalam transaksi harian.
  3. Introduction of Alipay Wallet (2013): Pengenalan Alipay Wallet pada tahun 2013 menandai pergeseran signifikan menuju pembayaran mobile. Aplikasi dompet ini memungkinkan pengguna untuk membayar tagihan, mentransfer uang, dan melakukan pembelian langsung dari perangkat mobile mereka. Inovasi ini sangat penting dalam mendorong adopsi pembayaran mobile di Tiongkok.
  4. International Expansion and Partnerships (2015-2016): Alipay mulai berekspansi secara internasional dengan membentuk kemitraan dengan pengecer dan platform pembayaran luar negeri. Pada tahun 2015, Alipay menandatangani perjanjian dengan merek-merek global utama, memungkinkan turis Tiongkok untuk menggunakan Alipay di luar negeri. Pada tahun 2016, Alipay telah hadir di lebih dari 70 negara.
  5. Integration with Offline Retail (2016-2017): Alipay memperluas layanannya ke ritel offline dengan memungkinkan pembayaran kode QR di toko fisik. Langkah ini secara signifikan meningkatkan basis pengguna dan volume transaksi, karena konsumen kini dapat menggunakan Alipay untuk pembelian sehari-hari di berbagai merchant.
  6. Diversification of Services(2017-2018): Alipay mendiversifikasi penawarannya dengan mengintegrasikan berbagai layanan ke dalam platformnya, termasuk produk keuangan, layanan gaya hidup, dan layanan publik. Transformasi ini menjadikan Alipay sebagai “super app” yang dapat diandalkan pengguna untuk berbagai aspek kehidupan sehari-hari mereka.
  7. Innovations in Financial Technology (2018-2019): Alipay memperkenalkan beberapa inovasi fintech, seperti teknologi blockchain untuk transaksi yang aman dan verifikasi identitas digital. Kemajuan ini membantu meningkatkan keamanan dan keandalan platform, semakin memperkuat posisinya dalam industri pembayaran digital.
  8. Response to COVID-19 Pandemic (2020): Selama pandemi COVID-19, Alipay memainkan peran penting dalam memfasilitasi pembayaran tanpa kontak dan mendukung usaha kecil melalui solusi digital. Alipay juga memperkenalkan sistem kode kesehatan untuk membantu mengelola dan mengendalikan penyebaran virus, menunjukkan adaptabilitas dan tanggung jawab sosialnya.
  9. Continuous Growth and Market Leadership (2021-sekarang): Alipay terus memimpin pasar pembayaran mobile di Tiongkok dengan pangsa pasar yang signifikan. Alipay mempertahankan posisinya dengan terus berinovasi dan memperluas ekosistemnya, termasuk layanan keuangan, kupon digital, dan solusi kota pintar.
  10. Smart City (2021-sekarang) Alipay memperluas ekosistemnya dengan menyediakan solusi kota pintar (smart city) yang mencakup layanan seperti pembayaran transportasi umum, pembayaran parkir, manajemen sampah, dan layanan pemerintahan digital. Dengan solusi ini, Alipay membantu kota-kota di Tiongkok menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Alipay juga berkolaborasi dengan pemerintah lokal untuk mengintegrasikan layanan ini, sehingga memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan publik melalui satu aplikasi (Enterprise Apps Today, Tech2Thai).

Mengimplementasikan Kesuksesan Alipay di Indonesia

Pada dasaranya, Pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk mengadopsi kesuksesan Alipay. Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi pembayaran digital di Indonesia tumbuh sebesar 37,8% pada tahun 2022, mencapai Rp 22,8 triliun. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi pembayaran digital di Indonesia. Jadi, bagaimana jika suatu perusahaan ingin mengadopsi kisah sukses dari Alipay? Berikut beberapa langkah strategis yang mungkin bisa diambil:

  1. Know Your Strengths to Get Early Users: Alipay berhasil karena memiliki Taobao dan Tmall sebagai basis pengguna awal. Pengguna Taobao dan Tmall bisa dengan mudah diakuisisi menjadi pengguna Alipay. Untuk perusahaan yang ingin mengadopsi model ini, sangat penting untuk memiliki basis pengguna awal yang kuat untuk mendorong adopsi lebih luas. Jika perusahaan money management tidak memiliki basis pengguna yang kuat, akan sulit untuk mendapatkan momentum. Oleh karena itu, identifikasi kekuatan perusahaan dan manfaatkan jaringan yang ada untuk mendapatkan pengguna awal. Sebagai contoh, saat OVO pertama kali diluncurkan, OVO memberikan diskon parkir ke semua mall milik Lippo Group. Atau bagaimana dulu T-Cash mengakusisi pengguna telkomsel. Intinya, fokus mengakusisi basis pengguna yang tersedia, jika basis pengguna saja gagal diakusisi, bagaimana mungkin bisa mengakusisi “pengguna lain”.
  2. Build the App for the Future: Saat membangun aplikasi, pikirkan jangka panjang. Aplikasi harus dirancang untuk bertahan dan berkembang selama 10 tahun atau lebih, bukan hanya untuk tahun depan. Jika pendekatan teknologi hanya fokus pada kebutuhan jangka pendek, perusahaan akan tertinggal. Analoginya adalah jika cita-citanya adalah membangun gedung dengan 50 lantai, maka buat fondasi untuk 50 lantai, walaupun di tahun-tahun awal hanya akan digunakan 10 lantai. Dalam kasus Alipay, aplikasi mereka memiliki sistem yang memungkinkan embed aplikasi lain tanpa harus keluar dari aplikasi utama. Ini menciptakan ekosistem yang kuat dan terintegrasi, dan juga memudahkan konsumen. So buat mobile money apapun itu, pastikan aplikasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan aplikasi lain dalam 1 platform, sehingga pengguna tidak perlu meninggalkan platform utama.
  3. Strategic Partnerships with Banks: Kemitraan strategis dengan bank sangat penting. Bank memiliki jaringan dan kepercayaan dari pengguna yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas layanan. Awal milestone keberhasilan Alipay, ditandai dengan berhasilnya AliPay bekerja sama dengan banyak bank untuk menyediakan berbagai layanan keuangan, dari pembayaran hingga investasi. Kemitraan ini membantu memperluas jangkauan dan kepercayaan pengguna terhadap platform. Bagi perusahaan yang ingin meniru kesuksesan Alipay, menjalin kemitraan dengan bank adalah langkah yang tidak bisa diabaikan.
  4. Expanding Features and Services: Ekspansi fitur dan layanan adalah kunci untuk menjaga relevansi dan menarik lebih banyak pengguna. Alipay tidak hanya menyediakan layanan pembayaran, tetapi juga menawarkan berbagai produk keuangan, layanan gaya hidup, dan solusi kota pintar. Diversifikasi layanan ini membuat Alipay menjadi “super app” yang bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan pengguna. Perusahaan yang ingin meniru model ini harus terus berinovasi dan menambahkan fitur baru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Layanan tambahan seperti pembayaran tagihan, pemesanan transportasi, dan investasi bisa menjadi nilai tambah yang signifikan.

Alipay telah berhasil menciptakan ekosistem digital yang sangat efisien dan user-friendly. Dengan dominasi pasar yang kuat, fitur yang lengkap, dan milestones kesuksesan yang sangat inspiratif, Alipay menjadi contoh yang sangat baik bagi kita untuk diterapkan di Indonesia. Dengan langkah-langkah strategis dan kolaboratif, bukan tidak mungkin kita bisa punya aplikasi serupa yang akan memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat Indonesia dan siapapun yang datang ke Indonesia. Dan, Dunia Benar-Benar Dalam Genggamman Kita