Salah satu kebiasaan buruk saya yang sangat sulit dirubah adalah menunda, apalagi kalau kerjaan lagi banyak, kayak ada perasaan, “ah 5 menit lagi mau gw kerjain” tapi tiba-tiba udah sore aja. Dan, akhirnya kerjaan numpuk.

So, bagaimana saya overcome kebiasaan “Menunda pekerjaan” ?

Eat Frogs

If it’s your job to eat a frog, it’s best to do it first thing in the morning. And if it’s your job to eat two frogs, it’s best to eat the biggest one first.

Bukan literally makan kodok, hehehe… tapi kerjakan yang susah dan yang tidak menyenangkan dulu. Kenapa? Karena kerjaan itu yang mengganggu pikiran kita. Dan, kalaupun kita mengerjakan hal lain yang lebih mudah, ada kemungkinan, kita kayak kepikiran atau masih ada beban saat mengerjakan pekerjasn tersebut

So, lepaskan beban itu terlebih dahulu. Saat hal yang susah itu kamu selesaikan duluan, secara psikologis kita akan merasa lebih relax, dan ngerjain pekerjaan lainnya jadi lebih happy

Dan, kalau misal kamu taruh “the frog” diakhir, bisa jadi pekerjaan itu gak kelar karena staminamu sudah habis duluan buat ngerjain lainnya. Dan, kamu akan makan lebih banyak “frogs” di esok harinya karena esok hari pasti ada “frogs” lainnya

The 3–2–1 Rule

3-2-1 rule adalah mantra saya saat saya males “bangun” atau mulai pekerjaan tersebut. Jadi saya menghitung mundur dari 3-2-1 then “bangun” atau “Start”. Buat saya pribadi, hal ini kayak ngasih aba-aba ke otak untuk “bekerja”. So far, works

Get rid of distractions

Singkirkan gangguan, terutama hal-hal yang berbau online. Saat saya sudah masuk sanctuary saya (atau concentration mode) saya singkirkan HP saya dari jangkauan saya, saya mematikan semua apps buat chatting atau menutup page socmed saya.

Every single one is taking you one step further from success. One notification feels like it does nothing to you, but it is distracting you so much.

Bahkan pada kondisi ekstrem, saya pernah menonaktifkan hingga meng-uninstall semua socmed saya, terutama instagram. Sekarang sih sudah gak, tapi saya me-limit maen instagram hanya setengah jam per-hari. Intinya, saya tidak akan membiarkan socmed membuat saya addict dan “mengatur” saya

Your phone is a great feat of technology, but it’s also a big problem. Control your phone, don’t let it control you.

Plan stuff

Saya membiasakan (baca: Mendisiplinkan) diri me-list apa saja yang akan saya lakukan di hari itu. Saya catat di notes di HP saya. Cara nemuin frog-nya gimana? Biasanya pekerjaan yang paling sulit adalah yang important dan urgent, dan cara paling gampang untuk meng-identifikasi itu adalah dengan metrics Important-Urgent, then eat the frogs first.

Hal ini sangat membantu saya dalam melihat secara overall apa saja yang saya perlu lakukan di hari itu. Dan, hal itu telah mengubah saya dari orang yang suka menunda-nunda menjadi orang yang produktif. Saya tahu apa yang harus saya lakukan, mulai dari saat saya bangun hingga tidur lagi.

Saya menetapkan sendiri tugas-tugas yang harus diselesaikan, dan saya berkomitment pada diri sendiri bahwa semuanya akan selesai di hariitu, karena kalau gak, bakalan numpuk di hari lain. Jika saya ingin bersantai, saya menyetel pengatur waktu dan memastikan saya tidak menghabiskan waktu berjam-jam menonton Youtube atau maen socmed.

Going through the day without a plan is setting yourself up for failure.

It’s the easiest way to start wasting time on your phone or doing mindless tasks that bring you further from success.