Kapan Nikah adalah salah satu pertanyaan super menyebalkan di saat kumpul keluarga pada momen lebaran. Sialnya, pertanyaan itu seperti tidak punya ujung, dari kerja dimana, kapan punya anak, kalau udah tua pertanyaan nya berevolusi menjadi, kapan mantu, kapan punya cucu, mungkin ending dari pertanyaan itu adalah KAPAN MATI (kidding). Jujur, saya cukup penasaran dengan fenomena ini yang dimana bisa jadi orang yang memberikan pertanyaan itu tidak merasa bawah pertanyaan itu cukup offensive untuk beberapa orang. Jadi, saya akan bagi pembahasan ke dalam 3 hal yaitu : (1) Penyebab sehingga kita bisa memaklumi mengapa itu bisa terjadi, (2) Kenapa Sering terjadi kepada wanita dan (3) rekomendasi pertanyaan, iya dong, masak kita melakukan hal yang sama

Lingkungan Yang Homogen

Suspect utama kenapa ada pertanyaan tersebut adalah lingkungan yang homogen yang dimana mereka merasa bahwa kompas kebahagiaan adalah menikah sebelum umur sekian, setelah itu punya anak, punya cucu, dkk. Mereka tidak terbiasa dengan fenomena dimana ada beberapa orang yang sengaja tidak menikah cepat-cepat atau di umur 30 tahun belum menikah. Mungkin buat kamu itu normal, tapi sayangnya tidak buat mereka. Padahal rata-rata usia Oppa-Oppa Korea menikah untuk pertama kalinya adalah 33 hingga 34 tahun #ehh. Gampangnya gini, bayangkan kamu berada di lingkungan yang dari kecil hingga besar, rata-rata orang menikah di umur 22, tidak ada satupun orang yang belum menikah setelah umur 25 dan kamu tidak pernah terpapar referensi lain. Apa yang ada dipikiran kamu saat tau ada orang di umur 30-an belum menikah? Kemungkinan kamu pasti bertanya-bertanya, benar? Dan lebih jauh, kamu ada kemungkinan juga akan menasehatin dia.

Pada intinya, orang-orang yang bertanya atas kehidupan atau pilihan orang lain, kayak kapan nikah dkk, maennya kurang jauh aja, alhasil definisi kehidupan ideal ya hanya sebatas pengetahuannya dia saja. Kurang lebih flow pemikiran nya dia gini: Si X kok gak sesuai dengan standart ideal hidup baik versi saya –> Tanya karena penasaran –> Menasehatin.

Jadi ya dimaklumin aja, dan bersyukur kalau ternyata maen-mu lebih jauh 🙂

Kenapa Sering Terjadi Kepada Wanita?

Nah, entah kenapa pertanyaan “Kapan Nikah” mostly terjadi kepada kaum wanita daripada pria. Kenapa? Dari artikel yang pernah saya baca mengatakan bahwa cewek memang selalu lebih kompetitif atau merasa tersaingin oleh cewek juga. Di jurnal “Do human females use indirect aggression as an intrasexual competition strategy?” mengungkapkan kalau wanita cenderung suka menyerang wanita lainnya. Serangan ini berbentuk self promotion (promosi diri) di mana di akan membuat dirinya terlihat lebih menarik dan derogation of rivals (penghinaan terhadap musuh), alias jadi menghina atau menjatuhkan wanita lain dengan kasar. Bisa jadi seseorang membuat pertanyaan yang dia sudah tahu jawabannya kayak “kapan nikah?” untuk melegitimasi diri bahwa dia lebih baik dari orang tersebut

Tanya Apa Dong Untuk Basa Basi?

Terus harus tanya apa untuk basa-basi? sebenarnya saat bertamu banyak topik pembicaraan lain seperti, (1) Rumahnya bagus ya, nyaman banget, ini yang design siapa? (2) Kalau di ruang tamu ada foto lagi jalan-jalan, maka bisa bahas itu (3) ataupun prestasi si tuan rumah. Untuk beberapa kasus, tidak jarang saya menyempatkan 5-10 menit untuk “kepo-in” tuan rumah, untuk bahan pembicaraan yang menarik.

Bertemu kerabat dekat bisa jadi setahun sekali, bikin itu menjadi pengalaman indah, bukan sebaliknya 🙂