Dalam kurun waktu 2010-2023, banyak buku thriller yang berhasil menarik perhatian saya dengan alur cerita yang menegangkan dan juga memasukkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI) dan dunia maya sebagai bagian dari cerita. Contohnya adalah buku “The Silent Patient” karya Alex Michaelides, yang menampilkan seorang pasien psikiatri yang membunuh suaminya, namun malah menjadi bungkam dan terisolasi setelah kejadian tersebut. Dan berikut 5 novel thriller terbaik pilihan saya dalam kurun waktu 2010-2023

“Gone Girl” oleh Gillian Flynn (2012)

“Marriage can be a real killer.”

Sudah pernah baca buku “Gone Girl” karya Gillian Flynn? Buku ini memang sempat menjadi fenomena pada tahun 2012 ketika pertama kali terbit.

uku ini membawa saya ke dalam perjalanan emosional yang menegangkan dan terus-menerus menggiring saya untuk mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Ketika membuka halaman pertama buku ini, saya langsung disuguhkan dengan misteri yang sangat menarik. Cerita dimulai ketika Amy Dunne, seorang istri yang sempurna dan terkenal hilang secara misterius pada hari ulang tahun pernikahannya yang kelima dengan suaminya, Nick Dunne. Nick menjadi tersangka utama dalam kasus hilangnya Amy, dan buku ini memperlihatkan sudut pandang ganda antara Nick dan Amy melalui jurnal yang ditulis Amy.

Yang membuat buku ini sangat menarik adalah cara penulisnya yang pintar dan terampil membingkai cerita dengan plot twist yang tidak terduga. Setiap halaman dan setiap bab membawa kejutan dan ketegangan yang membuat saya selalu ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya. Karakter-karakternya juga sangat kompleks dan jauh dari sempurna, membuat saya merasa seperti saya sedang membaca tentang kehidupan nyata.

Melalui cerita yang penuh intrik ini, Gillian Flynn juga menyampaikan pesan tentang bagaimana media dan opini publik dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, bahkan hingga membuat mereka kehilangan hak-hak dasar sebagai manusia. Pesan ini sangat kuat dan membuat saya berpikir lebih dalam tentang dampak dari media sosial dan opini publik pada kehidupan nyata.

Secara keseluruhan, “Gone Girl” adalah buku yang sangat menarik dan sangat cocok untuk para pencinta cerita thriller yang suka dengan plot twist yang tak terduga. Saya sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin membaca cerita yang menggugah emosi dan berpikir lebih dalam tentang kehidupan dan media sosial.

“The Girl on the Train” oleh Paula Hawkins (2015)

“You don’t know her. But she knows you.”

Buku ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Rachel yang setiap harinya naik kereta untuk pergi ke pekerjaannya. Di sepanjang perjalanan, Rachel selalu memperhatikan rumah-rumah yang terletak di sepanjang rel kereta tersebut. Salah satu rumah yang menjadi fokus perhatiannya adalah rumah Megan dan Scott, sepasang suami istri yang tinggal di dekat rel kereta tersebut.

Namun, suatu hari Rachel melihat sesuatu yang sangat mencurigakan di rumah Megan. Hal ini membuatnya semakin penasaran dan ingin mencari tahu lebih banyak tentang kehidupan Megan. Namun, di tengah-tengah penyelidikannya, Rachel justru terlibat dalam kasus hilangnya Megan dan berada dalam bahaya yang sama.

Buku ini sangat menarik karena alur ceritanya yang penuh dengan misteri dan kejutan. Setiap babnya memberikan petunjuk baru yang membingungkan namun juga menggugah rasa penasaran. Cerita ini juga berhasil menggambarkan kondisi emosional yang kompleks dari setiap karakter, membuat pembaca semakin terlibat dalam plot cerita yang dihadirkan.

Selain itu, buku ini juga memiliki pesan yang sangat kuat tentang konsekuensi dari kesalahan dan kebohongan yang kita lakukan dalam kehidupan. Pembaca akan dibawa untuk merenungkan tentang arti dari kejujuran dan bagaimana kita harus bertanggung jawab atas tindakan kita.

Secara keseluruhan, “The Girl on the Train” merupakan buku thriller yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Alur ceritanya yang penuh dengan misteri, karakter yang kompleks, dan pesan moral yang kuat membuat buku ini menjadi salah satu karya terbaik di genre thriller.

“The Silent Patient” oleh Alex Michaelides (2019)

“Alcestis was a woman who turned herself into a flower rather than experience the pain of death. Which is all very well and good, but it’s far more courageous to face death head-on, to live despite everything, because that’s all there is.”

The Silent Patient adalah salah satu buku thriller yang sangat menarik dan membuat saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini ditulis oleh Alex Michaelides dan menceritakan tentang seorang pasien bernama Alicia Berenson, seorang seniman terkenal yang dituduh membunuh suaminya dan kemudian memilih untuk tidak berbicara lagi.

Sejak awal, buku ini telah menggugah rasa penasaran saya. Seperti apa karakter Alicia Berenson? Mengapa dia membunuh suaminya? Apa alasan dia memilih untuk tidak berbicara lagi? Semua pertanyaan ini akhirnya terjawab secara perlahan-lahan melalui penggambaran karakter yang sangat mendalam dan terperinci.

Selain itu, alur cerita dalam buku ini juga sangat menarik. Selain melihat perspektif Alicia, pembaca juga akan dibawa pada sudut pandang seorang terapis bernama Theo Faber yang berusaha untuk menyembuhkan Alicia dan membawanya kembali ke kehidupan normal. Namun, semakin dalam Theo masuk ke dalam kehidupan Alicia, semakin banyak rahasia yang terungkap, dan semakin terbuka pula kebenaran tentang kematian suaminya.

Karakter-karakter dalam buku ini sangat kompleks dan memiliki latar belakang yang sangat menarik. Ada banyak misteri yang muncul dan akan terus membuat pembaca penasaran hingga akhir cerita. Selain itu, terdapat juga kejutan yang tak terduga yang membuat saya benar-benar terpukau.

Secara keseluruhan, The Silent Patient adalah buku yang sangat menarik dan sarat dengan misteri dan kejutan yang tak terduga. Alur cerita yang kompleks dan penggambaran karakter yang mendalam membuat buku ini layak dibaca bagi para penggemar thriller dan misteri. Bagi saya, buku ini adalah salah satu buku thriller terbaik yang pernah saya baca dan pasti akan terus dikenang dalam waktu yang lama.

“The Nightingale” oleh Kristin Hannah (2015)

“If I have learned anything in this long life of mine, it is this: In love we find out who we want to be; in war we find out who we are.”

saya harus mengakui bahwa buku ini benar-benar menggugah emosi saya. Sejak awal, saya merasa tertarik dengan alur ceritanya yang memukau dan menghadirkan latar belakang Perang Dunia II dari sudut pandang yang berbeda.

Buku ini menceritakan kisah dua saudari, Vianne dan Isabelle, yang terpaksa berjuang untuk bertahan hidup selama masa pendudukan Nazi di Prancis. Vianne, yang tinggal di sebuah kota kecil di Prancis bersama suami dan anaknya, berusaha untuk mempertahankan kehidupan keluarganya yang relatif aman di bawah aturan Nazi. Sedangkan Isabelle, yang selalu merasa diabaikan oleh keluarganya, memilih untuk bergabung dengan gerakan perlawanan dan mempertaruhkan nyawanya untuk membantu menyelamatkan nyawa orang-orang yang dijajah.

Alur cerita yang menarik dan penuh dengan konflik emosional ini membuat saya enggan meletakkan buku ini sejak awal. Setiap halaman memiliki kejutan-kejutan yang mengejutkan, dan ketegangan yang terbangun dari cerita ini begitu kuat sehingga saya bisa merasakan kekhawatiran yang sama dengan para karakter di dalamnya.

Tak hanya itu, buku ini juga berhasil menggambarkan kekuatan cinta dan persaudaraan yang kuat di tengah-tengah ketidakpastian dan keputusasaan. Meskipun kisahnya berlatar belakang perang, pesan tentang nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan kekuatan wanita dalam menghadapi segala rintangan tetap relevan hingga saat ini.

Secara keseluruhan, “The Nightingale” adalah buku yang sangat menarik dan menghadirkan banyak emosi bagi pembacanya. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang ingin membaca sebuah kisah tentang cinta, keberanian, dan pengorbanan dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

“The Guest List” oleh Lucy Foley (2020)

“On a remote island, guests gather for the wedding of the year – the perfect opportunity for murder.”

Saya baru saja menyelesaikan buku thriller yang seru dan membuat saya merinding sepanjang pembacaan, yaitu “The Guest List” karya Lucy Foley. Buku ini menceritakan sebuah pernikahan mewah di sebuah pulau terpencil di lepas pantai Irlandia yang seharusnya menjadi hari yang indah namun berubah menjadi sebuah tragedi.

Buku ini sangat menarik karena penulisnya berhasil membangun suasana mencekam sejak awal. Ceritanya diatur dengan sangat baik, mengungkap sedikit demi sedikit tentang karakter-karakter yang hadir di pernikahan tersebut dan rahasia yang mereka sembunyikan satu per satu. Saya merasa seperti menjadi salah satu dari tamu undangan yang hadir di sana dan merasakan ketakutan serta rasa curiga yang sama seperti karakter-karakter di buku ini.

Dari awal hingga akhir, buku ini diisi dengan teka-teki yang menggugah rasa ingin tahu saya. Setiap babnya berakhir dengan cliffhanger yang memaksa saya untuk terus membaca dan mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya. Juga, saya sangat terkesan dengan cara penulis menggambarkan atmosfer pulau dan suasana pernikahan yang berubah menjadi sebuah kisah misteri yang menegangkan.

Melalui buku ini, saya juga bisa merenungkan tentang karakter manusia dan rahasia yang tersembunyi di dalam diri mereka. Buku ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya kejujuran dan integritas dalam hubungan antar manusia, dan bagaimana rahasia dapat merusak segalanya.

Secara keseluruhan, saya sangat merekomendasikan buku ini kepada siapa saja yang suka membaca thriller dengan plot twist yang menarik dan karakter yang kompleks. Buku ini akan membuat kamu tidak bisa melepaskan diri dari ceritanya hingga halaman terakhir.