Apakah kamu sering merasa bahwa ramalan zodiak akurat seperti kepribdadian, jodoh, karir hingga keuangan? Jika iya, maka kamu sedang terjebak di Barnum Effect. Barnum Effect adalah suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus untuk mereka, padahal deskripsi itu sebenarnya sangat umum sehingga dapat berlaku untuk banyak orang.

Disini saya tidak akan bercerita banyak tentang barnum effect, karena kalian bisa googling itu, sudah banyak artikel yang membahas itu. Saya akan lebih membahas bagaimana (bisa jadi) streotype zodiac yang kita baca selama inilah yang membentuk sifat dan sikap kita selama ini. Misal gemini adalah bermuka dua, taurus pemalas, leo keras kepala, libra si social butterfly yang perhitungan, dll.

Saya akan mulai dengan diri saya, bagaimana selama bertahun-tahun, tanpa sadar terbentuk karena perspektif zodiak saya yaitu LEO. Leo dikenal dengan zodiak yang punya sifat kepemimpinan, tetapi diluar itu semua, Leo juga dikenal si Keras Kepala, Cari Perhatian dan Emosional. Efeknya apa? Saat melakukan hal-hal itu zodiak LEO lah yang selalu saya jadikan pembelaan : “Karena saya LEO”. Tanpa sadar saya terjebak dalam FIXED MINDSET. Fixed mindset (kebalikan dari Growth Mindset) adalah pola pikir dimana meyakini bahwa kemampuan atau sifat pada diri seseorang tidak bisa diubah atau dikembangkan lagi. Selain itu, fixed mindset ini membuat saya jadi bebal aka tidak mau belajar dari kesalahan.

Believing in your stars could make you believe less in yourself and that can do more harm

Sekarang pertanyaannya seberapa buruk mempercayai Zodiak? padahal kan hanya untuk FUN aja

Bad For Science, Bad For Women

Pada awalnya saya juga berfikir bahwa ya orang-orang hanya melakukan untuk bersenang-senang, tetapi data speaking : hampir 50% orang amerika percaya bahwa Zodiak adalah science, dan mayoritas yang percaya adalah perempuan. Mangkanya tidak heran, jika di social media lebih banyak Wanita yang menge-post Zodiak daripada Pria. Salah satu suspect adalah karena majalah atau website untuk perempuan yang dimana secara konsisten memberikan halaman khusus untuk Zodiak. Tentu saja, zodiak sulit kita temukan di website pria macam GOAL.

Jika Perempuan banyak yang percaya Zodiak, maka jangan heran jika keputusan-keputusan yang dibuat tidaklah menggunakan logika. Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab?

Encouraging Prejudice

Astrologi juga buruk untuk hubungan interpersonal kita karena kita sudah menilai seseorang berdasarkan tanda-tanda astrologi mereka. Dan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rasisme. Baik stereotip astrologi dan rasial didasarkan pada kerangka kepercayaan yang pada dasarnya mengatakan: Tanpa bertemu / mengenal orang tersebut, saya bisa menilai orang tersebut. Misal penilaian suku X itu orangnya keras, agama Y itu radikal, dan seterusnya, jadi apa bedanya dengan penilaian Zodiak yang mengatakan bahwa orang berzodiak gemini adalah orang yang bermuka dua?

Influencing Decisions

Ini versi ekstremnya sih, beruntung tidak pernah saya dengar langsung dari circle pertemanan saya. Gampangnya, pada suatu level, seseorang bisa saja tidak mau didekati oleh seseorang karena sesimpel Zodiak mereka tidak berjodoh atau cocok. Tentu saja (bagi saya) ini cukup konyol.

Jadi tentu saja tidak ada larangan untuk mempercayai Zodiak, itu adalah hak setiap orang. Tetapi yang perlu diingat, selalu perlu ekstra hati-hati walaupun “hanya buat fun saja” karena hal kecil yang terjadi berulang kali akan menjadi sebuah habit, tertanda Atomic Habits by James Clear.