Salah satu hal dampak menjadi dewasa adalah kenalan kita semakin banyak tetapi Teman semakin sedikit. Seberapa dekatpun kita dengan seorang teman, kedekatan itu akan berkurang dengan sendirinya, dari yang setiap minggu bertemu menjadi cuma sebulan sekali bahkan tidak bisa bertemu sama sekali. Saya punya teman dekat saat SMA, dulu kita tiap minggu hampir bertemu, dan sudah 3 tahun kita tidak bertemu (in person) walaupun sama-sama di Jakarta. Kenapa ini bisa terjadi?

Prioritas kita berubah. Seiring bertambahnya usia, kita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, sehingga kita tidak lagi punya waktu untuk bertemu teman.

Kita sering lupa bahwa persahabatan tidak selalu mudah. Mencari teman itu mudah, tetapi mempertahankannya adalah bagian yang sulit. Nongkrong dengan mereka di kampus tampak mudah karena nyaman. Seiring berubahnya prioritas, untuk sekedar nongkrong bukanlah hal yang mudah lagi, tidak jarang energi kita habis sepulang kerja, dan sahabat terbaik adalah kasur dan bantal.

Terkadang, cinta yang merubah persahabatan itu. Ketika salah satu teman memiliki kekasih, tentu saja prioritas dia akan berubah, yang biasanya nongkrong setiap malam minggu, dia memilih untuk bertemu dengan kekasihnya. Semakin bertambah umur, akan ada istri atau anak yang tentu lebih prioritas sehingga bertemu teman hanya bisa dilakukan saat benar-benar senggang.

Pada awal umur 20-an, kebanyakan dari kita semua mencoba untuk mencari jati diri dan membuktikan sesuatu kepada diri kita sendiri atau dunia “SIAPA DIRI KITA”. Beberapa orang beruntung menemukannya dengan cepat; tetapi beberapa harus berjuang lebih keras. Disinilah tahap krusial itu, apakah pertemanan itu masih memiliki 1 visi?

Kata kunci dari ini semua adalah prioritas. Kita tidak bisa memaksakan suatu pertemanan akan selalu menjadi prioritas utama kita. Hidup berjalan, begitu juga prioritas dan seharusnya begitulah hidup. Kuantitas pertemuan akan berkurang jika memang tak sejalan. Namun, jika pertemanan itu memberikan dampak positif, kuantitas akan berubah menjadi kualitas.