Sebelum lebih jauh, fyi, buku Black Swan tidak ada hubungannya dengan film Black Swan nya Natalie Portman dan Mila Kunis. Buku ini tentang statistik, probabilitas, dan bagaimana kita sering menggunakannya secara salah dalam memprediksi pristiwa di masa depan.

Buku ini secara umum menjelaskan mengapa kita hampir tidak bisa memprediksi masa depan, seperti kejadian 9/11, Covid dan kejadian lainnya yang tidak pernah diprediksi manusia sebelumnya. Buku ini juga menjelaskan apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi lebih baik saat menghadapi kejadian yang tak terduga

Black Swan bukanlah suatu kejadian yang terjadi secara acak

Nassim Taleb, penulis buku ini, menyebutkan bahwa sebuah peristiwa dikatakan sebagai “Black Swan” ketika kejadian tersebut tidak dapat diprediksi sebelumnya, dan bukan karena kejadian acak, tetapi karena pandangan kita tentang apa yang mungkin terjadi terlalu sempit. Istilah Black Swan ini berasal dari kejadian sekutar tahun 1697. Sebelumnya, umat manusia percaya bahwa semua angsa itu berwarna putih. Namun ternyata pada tahun 1697,  penjelajah Belanda melihat angsa hitam untuk pertama kalinya di Australia Barat. Hal inilah kenapa disebut Black Swan, angsa hitam sudah ada sebelum manusia menyadarinya, dan manusia tidak bisa memprediksi itu karena ruang lingkup pemikirian yang terlalu sempit. Hal ini digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa depan meskipun tampaknya tidak mungkin.

Sebagai konsekuensi logis, mereka yang paling tidak menyadari kedatangan Black Swan, akan paling menderita akibat konsekuensinya yang seringkali sudah ekstrem. Dan, seringkali Black Swans mempengaruhi kehidupan seluruh masyarakat, atau bahkan seluruh dunia.

Bayangkan jika kita sudah tahu tentang serangan 9/11 dan Wabah Covid sebelumnya. Maka, kita tidak akan terkejut dan bisa mengantisipasi ini lebih baik

Jangan gunakan masa lalu Anda untuk menjelaskan masa depan.

Salah satu perilaku kesalahan terbesar kita hingga tidak bisa mengantisipasi Black Swan adalah kecenderungan kita untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dengan menggunakan data masa lalu.

Memang benar istilah kita belajar dari masa lalu, belajar dari kejadian atau pola-pola yang pernah terjadi di masa lalu. Tetapi kita tidak bisa berpatokan 100% dari data itu. Buku ini memberikan analogi yang menarik

Misalnya, bayangkan kamu seorang kalkun dan selama bertahun-tahun kamu tinggal di sebuah peternakan, kamu bisa berkeliaran setiap hari dan diberi makan makanan yang enak oleh seorang petani. Dan besok adalah hari Thanksgiving yang dimana dalam 24 jam ke depan kamu akan dibunuh untuk santapan Thanksgiving

Hal yang kurang lebih sama terjadi pada semua orang yang kehilangan banyak uang selama krisis keuangan – orang yang meyakini bahwa pasar akan naik selamanya, karena secara data historical mengatakan begitu, dan ketika pasar terjun bebas, orang-orang terkejut.

Jangan menilai sebuah resiko sebagai sebuah permainan

Kekeliruan lain yang dijelaskan Taleb adalah ludis falacy, yaitu mensimulasikan kejadian nyata dalam bentuk permainan. Ketika kita diminta untuk untuk menilai sebuah risiko di dunia nyata, biasanya kita mencoba membayangkan risiko seperti permainan, di mana ada seperangkat aturan dan probabilitas yang biasanya kita tentukan di depan, setelah itu kita membuat keputusan. Padahal, di dunia nyata tidak seperti itu, tidak jarang aturan dan kejadian baru bisa sangat mempengaruhi hasil akhir, sehingga keputusan pun bisa berubah sewaktu-waktu. Yang ingin disampaikan disini adalah, kita harus mempersiapkan ruang di planning kita jika terjadi shit happen di tengah permainan, sehingga kita tidak kaget

Akhir kata, memang sulit bagi kita untuk menilai risiko secara akurat karena ada faktor-faktor yang belum kita ketahui saat menilai resiko, tetapi menyederhanakannya hanya akan memperburuknya.