Buku Art of War bisa dibilang buku yang sangat populer, walaupun buku ini sebenarnya tentang staretegi militer yang ditulis 500 tahun Sebelum Masehi, tapi memang buku ini sangat menginspirasi dalam persaigan bisnis. dan untuk saya pribadi buku ini mengajari saya bagaiaman menjalani hidup dan bagaimana PDKT cewek, success rate dalam menembak cewek gak jelek-jelek amat lah, iya bener kamu gak salah baca. Buku ini mengajarkan saya hal itu, bagaimana nembak cewek dan gak ditolak. Kira-kira begini kata-katanya : Pemenang tahu kapan harus bertarung dan kapan tidak bertarung. Pecundang selalu bertarung (tidak mau lihat kondisi) dengan demikian sering berakhir kalah. Orang bodoh memasuki pertempuran dan saat bertarung mulai berpikir tentang cara menang. Ahli strategi tahu bagaimana mereka akan menang bahkan sebelum mereka mulai bertarung. Hubungannya apa? saat kalian PDKT profiling dulu itu cewek, lihat medan pertempuran, terus mulai PDKT, jangan kebalik. Terus setelah PDKT, lihat cewek itu ada sinyal-sinyal dia suka atau tidak, kalau gak suka ya jangan ditembak, pasti ditolak (hehehe). Kembali lagi, pastikan kamu masuk pertempuran yang kamu tahu akan menang, kalau tahu akan kalah ya jangan nekat, itu bukan berani tapi GOBLOK (canda ya)

Balik lagi ke buku, barusan itu intermezzo, Buku ini terdiri dari 13 chapters, dan bisa dibaca disini https://en.wikipedia.org/wiki/The_Art_of_War . Kalau jelasin lagi bakal kepanjangan, saya jelasin inti sarinya saja ya.

Only enter battles you know you can win

Ini kurang lebih seperti yang saya jelasin analogi di atas. Selain itu. Ini ada fakta menarik bahwa petarung yang paling terampil adalah petarung yang sering menghindari pertempuran dan itulah sebabnya mereka tidak pernah dikalahkan. Hahahaha

Sebagai contoh pecatur Bobby Fischer, pecatur paling cemerlang sepanjang masa itu langsung mundur setelah menjadi juara dunia, tidak bermain lagi selama 20 tahun. Dan apa yang terjadi? dia tak terkahalahkan dalam 20 tahun

Jadi, jika kamu memulai bisnis, lihat industrinya terlebih dahulu. Bisakah kamu menang melawan pesaing terbesar ? Dan jika tidak, apakah ada niche lain yang bisa kamu isi?

Intinya, cari dulu celahnya, jangan Head-to-Head dengan raksasa yang tidak bisa / sulit kamu kalahkan. Ingat, hanya ikuti pertempuran yang kamu tahu bahwa kamu bisa menangkan.

Deceive your competitors to impose your will on them

Mask strength with weakness, courage with timidity and order with disorder – Sun Tzu
(Maaf bingung nge-translate-nya, nyoba nge-translate, arti katanya malah jadi kurang powerful)

Pada intinya adalah kamuflase, jangan menunjukkan kekuatan kamu secara gamplang dan transparan, apalagi kalau kamu seorang CEO dan lumayan sering tampil, dianjurkan jangan sering-sering menunjukkan plan dan kekuatanmu sebenarnya, karena jika ketahuan, maka lawan akan bisa dengan mudah diantisipasi. Jadi mending, enggak apa-apa dilihat musuh lemah, tetapi kamu punya kejutan yang tidak disangja-sangka

Lead your team as if you were leading a single man by the hand

Pada akhirnya, bisnis kamu akan membutuhkan sebuah tim. Dan pada akhirnya, tim itu harus berkembang. Tetapi ketika perusahaan menjadi lebih besar, maka organisasi menjadi lebih kompleks.

Setiap manusia mempunya aspirsi yang harus dikelola. Baik kamu mengelola organisasi besar atau kecil. Dalam bisnis, disarankan tim harus dipotong-potong menjadi menjadi kelompok-kelompok kecil, agar terhindar dari kerumitan karena (banyak otak). Di titik ini, bisa jadi division of labor nya Adam Smith terinspirasi dari sini hahhaha

Kemudian kamu dapat memberikan informasi yang jelas kepada setiap kelompok,, seperti target penjualan atau strategi apa yang akan digunakan untuk memastikan semua orang berada di jalur yang benar.

Dan, jangan pernah melupakan interaksi 1 on 1 dengan semua orang di tim kamu, karena jika kamu memperlakukan karyawan kamu seperti keluarga, maka mereka akan setia