Sudah lama saya mempertanyakan kenapa beberapa teman saya yang terlihat keren dan digandrungi banyak wanita saat SMA, sekarang hidupnya jauh dari hegemoni tersebut. Tentu saja, narasi Siswa Populer di Sekolah (SMA) selalu Gagal Saat Dewasa, tidak bisa dibenarkan, karena ada kok siswa-siswa populer saat SMA, dan tetap keren saat sudah dewasa. Sebagai contoh Christian sugiono, saat SMA menjadi ketua OSIS, dan saat dewasa tetap keren

Jadi tidak ada alasan buat kamu yang masih SMA, menolak untuk keren karena takut saat dewasa nanti tidak menjadi apa-apa. Jadilah keren dan populer saat SMA, dan tetap keren saat beranjak dewasa. PR nya adalah bagaimana caranya? untuk menjawab itu, ada baiknya belajar dari hikmah : Kenapa Siswa Populer di Sekolah (SMA), Gagal Saat Dewasa?

  1. Tentu saja siswa populer SMA adalah siswa-siswa yang menarik dan keren. Yang menjadi masalah adalah saat mereka harus berpindah habitat ke lingkungan yang baru (misal : kuliah) yang dimana bisa jadi ada orang yang lebih keren, Buat mereka yang terbiasa dianggap keren semasa SMA, tentu saja hal ini bukanlah hal yang menyenangkan, yang dimana biasanya dia menjadi center of attention, sekarang hanya menjadi “penonton”. Di beberapa kasus, alih-alih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, malah kembali ke lingkungan lama, yang dimana dia dianggap keren dan menarik. Familiar ?
  2. Siswa-siswa populer sering kali menghabiskan waktunya untuk “party”, kalau di zaman saya dulu istilahnya nongkrong, sehingga waktu habis buat nongkrong dibandingkan untuk mengembangkan diri, Memang tidak ada salahnya nongkrong, karena itu networking dan bersosialisasi, akan tetapi sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik
  3. Tidak jarang siswa populer adalah seorang atlit, entah itu pemain basket, sepakbola atau olahraga lainnya. Tentu saja, jika karirnya sebagai atlit, kepopuleran dia akan terus mengikut, tapi akan beda cerita kalau dia melanjutkan kuliah misalnya, skill olahraga itu kurang relevan dibutuhkan di dunia kerja
  4. Perbedaan definisi keren di SMA dan di dunia nyata berbeda, saya masih ingat definisi orang-orang keren pada saat itu adalah nongkrong di warung kopi, tapi karena saya bukanlah orang yang suka nongkrong (dan tidak merokok), saya dianggap tidak keren. Sebaliknya, beranjak dewasa, definisi keren adalah orang yang pintar dan mampu membangun karir dengan baik
  5. Gak bisa Move On, ini relevan dengan poin 1. Karena merasa keren di lingkungannya, orang ini enggan keluar untuk mencari pengalaman atau lingkungan baru. Misal mengambil universitas dengan pertimbangan banyak temannya ketimbang universitas terbaik. Dan pada akhirnya, orang lain sudah melanglang buana, dia tetap disitu saja

Dan pada akhirnya, cara terbaik untuk tidak gagal saat dewasa adalah coba hal baru, masuk ke lingkungan baru, dan yang terpenting adalah belajar dari masa muda orang sukses macam Elon Musk, Bill Gates, atau tokoh-tokoh lainnya, tinggal Copy Edit Ekseskusi. Ingat, Hidup ini adalah perjalanan panjang, tidak apa-apa dianggap tidak keren dalam 3 tahun, dan berinvestasi untuk 20-50 tahun ke depan

Sumber : Quora dan Medium