Saya kurang begitu dekat dengan beliau dan saya bukanlah mahasiswa kesayangan beliau. Saya hanyalah mahasiswa yang pernah diajar oleh beliau, sekitar 2 tahun saya mendapatkan mata kuliah yang diajarkan beliau sebelum beliau pindah ke mengajar dijurusan lain. Jujur saja sangat disayangkan sekali beliau pindah, karena beliaulah yang secara tidak langsung mengangkat wibawa para dosen dimata mahasiswanya, tidak seperti yang saya dengar sekarang, tidak sedikit mahasiswa yang kurang menaruh hormat kepada dosen. Adakah sekarang mahasiswa yang sudah bersiap-siap (antri) di depan untuk masuk ke kelas sebelum dosen datang? 🙂 He did

Rully Soelaiman

Banyak sekali yang saya dapat dari beliau yang mampu membuat saya terus maju, beliau pernah bercerita tentang sebuah limitasi.

Beliau bertanya kepada kita “apa yang kamu lakukan saat di tengah hutan yang gelap dan di belakangmu terdapat serigala yang siap mencabikmu?”

Tanpa perlu berfikir panjang, kita pasti berlari sekencang-kencangnya dan tanpa sadar kita melupakan semua daya batas tubuh kita. Saya rasa itulah yang ingin disampaikan pak rully mengenai tugas-tugas mata kuliah yang relatif banyak, kita diajarkan survive dan tidak manja. Jika saya tarik benang merah dengan pengkaderan, mengapa kok dibentak-bentak, ditekan, dll, tujuannya hanya 1, mengeluarkan kemampuan terbaikmu. Unlimited

Selain itu, ada 1 hal lagi yang berkesan sampai sekarang

Hukumlah dirimu untuk mendapatkan kesenanganmu

Beliau pernah bercrita, beliau harus mengahbiskan beberapa paper setelah menonton bioskop (beliau gemar menonton bioskop). Mungkin ini terlihat konyol, saya juga melakukan itu, saya tidak akan membca buku-buku travel, buku motivasi yang merupakan favorit dan hobi saya. Saya akan mengizinkan diri saya melakukan itu semua setelah mendapatkan s2 di eropa, ya itu harus, sebelum buku-buku saya yang saya beli habis dimakan rayap 🙂